Topologi Jaringan Komputer (Jenis, Ciri dan Kelebihannya)
Pengertian Topologi Jaringan Komputer
Topologi jaringan komputer adalah hal yang menjelaskan hubungan
geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link,
dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama
seperti di bawah ini. Lebih sederhana pengertian topologi jaringan
komputer yaitu gambaran dari beberapa komputer dengan peralatan
jaringan yang tersusun dalam jaringan komputer.
Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi.
Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, namun kita tak menyadarinya.
Topologi Jaringan komputer terbagi menjadi dua yaitu
Istilah kata Topologi berasal dari bahasa yunani yaitu topos berarti tempat dan logos yang berarti ilmu, sehingga topologi itu ilmu tempat yang bersangkut paut dengan ilmu tata ruang, dimensi, bentuk dan transformasi.
Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, namun kita tak menyadarinya.
Topologi Jaringan komputer terbagi menjadi dua yaitu
1.
Topologi secara fisik (physical
topology) menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer dan lokasi dari
semua komponen-komponen jaringan komputer.
2.
Topologi secara logika (logical
topology) menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan komputer.
Jenis-jenis Topologi Jaringan Fisik (Physical Topology)
1. Topologi Start (Bintang)
Pengertian Topologi Start
(Bintang)
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi
dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang
termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Ciri-ciri Topologi Start (Bintang)
1.
Akses kontrol terpusat, teriminal pusat
bertindak sebagai pengatur dan juga pengendali komunikasi yang terjadi.
2.
Terminal yang lain melakukan komunikasi
melalui terminal pusat.
3.
Menggunakan alat concentrator Hub,
Switch, atau MAU (Multi Access Unit)
Kelebihan Topologi Start (Bintang)
1.
Kerusakan pada satu saluran hanya akan
memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
2.
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
3.
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang
sibuk.
4.
Penambahan dan pengurangan station dapat
dilakukan dengan mudah.
5.
Akses Kontrol terpusat.
6.
Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
7.
Paling fleksibel.
Kekurangan Topologi Start (Bintang)
1.
Jika node tengah mengalami kerusakan,
maka seluruh rangkaian akan berhenti.
2.
Boros dalam pemakaian kabel.
3.
HUB jadi elemen kritis karena kontrol
terpusat.
4.
Peran hub sangat sensitif sehinga ketika
terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
5.
Jaringan tergantung pada terminal pusat.
6.
Jika menggunakan switch dan lalu lintas
data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
7.
Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus
atau ring.
2. Topologi Ring (Cincin)
Pengertian Topologi Ring (Cincin)
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang
masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk
jalur melingkar membentuk cincin.
Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater
yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing
perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya
kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan
meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
Ciri-ciri Topologi Ring (Cincin)
1.
Setiap terminal dalam Topologi Jaringan
Ring adalah repeater yang mempu melakukan 3 fungsi yaitu Penyelipan data yaitu
proses data dimasukkan kedalam saluran transmisi, penerimaan data yaitu proses
terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, pemindahan data yaitu
proses kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada
terminal yang menerimanya.
2.
Cincin berfungsi hampir sama dengan
concentrator sebagai pusat berkumpul ujung kabel untuk setiap komputer
terhubung.
Kelebihan Topologi Ring (Cincin)
1.
Mudah untuk dirancang dan
diimplementasikan
2.
Memiliki performa yang lebih baik
ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
3.
Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang
dan instalasi perangkat baru.
4.
Mudah untuk melakukan pelacakan dan
pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to
point
5.
Hemat kabel
6.
Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman
data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan
data
Kelemahan Topologi Ring (Cincin)
1.
Peka kesalahan, sehingga jika terdapat
gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal
ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
2.
Pengembangan jaringan lebih kaku, karena
memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi
keseluruhan jaringan.
3.
Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat
tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
4.
Lebih sulit untuk dikonfigurasi
ketimbang Topologi bintang
5.
Dapat terjadi collision (dua paket data
tercampur)
6.
Diperlukan penanganan dan pengelolaan
khusus bandles
3. Topologi bus
Pengertian Topologi Bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan
kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm
pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan
mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur
apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar matching atau tidak. Karena
kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network
interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak
mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada
jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi
star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Ciri-ciri Topologi bus
1.
Teknologi lama, dihubungkan dengan satu
kabel dalam satu baris
2.
Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk
menghubungkan terminal/komputer
3.
Sangat berpengaruh pada unjuk kerja
komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
4.
Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC
tipe T
5.
Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
6.
Jika kabel putus maka komputer lain
tidak dapat berkomunikasi dengan lain
7.
Susah melakukan pelacakan masalah
8.
Discontinue Support.
Kelebihan Topologi Bus
1.
Hemat Kabel
2.
Layout kabel sangat sederhana
3.
Biaya instalasi relatif lebih murah
4.
Penambahan workstation baru mudah
dilakukan tanpa mengganggu workstation yang lain.
Kekurangan Topologi Bus
1.
Sulit melakukan pelacakan masalah.
2.
Signal melewati kabel dalam dua arah dan
mungkin terjadi collision (tabrakan pengiriman data).
3.
Problem terbesar pada saat kabel putus.
Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti dan
komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
4. Topologi mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam
jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan
bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena
setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam
jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output
(I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).
Ciri-ciri Topologi Mesh
1.
Perangkat berkomunikasi langsung dengan
perangkat yang dituju (dedicated links).
2.
Tidak adanya perencanaan awal ketika
membangun suatu jaringan komputer.
Kelebihan Topologi Mesh
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa
kelebihan, yaitu:
1.
Hubungan dedicated links menjamin data
langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga
dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan
komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
2.
Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila
terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya
kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan
memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
3.
Privacy dan security pada topologi mesh
lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan
dapat diakses oleh komputer lainnya.
4.
Memudahkan proses identifikasi
permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan Topologi Mesh
Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa
kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
1.
Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O.
semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak
kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
2.
Hal tersebut sekaligus juga
mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus
terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan
konfigurasi menjadi lebih sulit.
3.
Banyaknya kabel yang digunakan juga
mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat
komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya
diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer
utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda
(hybrid network).
5. Topologi
Hierarchical/Tree (Pohon)
Topologi Hierarchical / Tree (Pohon) adalah kombinasi
karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri
atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai
jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,
sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.
Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki
yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang
rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis
ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Ciri-ciri Topologi Hierarchical/Tree (Pohon)
Merupakan kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus
Kelebihan Topologi Hierarchical/Tree
(Pohon)
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat membentuk suatu
kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat
membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok
lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kekurangan Topologi Hierarchical/Tree
(Pohon)
Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak
berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi
tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
6. Topologi Extended Star
Topologi Extended Star merupakan pemetaan dalam menggambarkan jaringan
hasil pengembangan lanjutan dari topologi start (Bintang).
Ciri-ciri Topologi Extended Star
1.
Setiap node berkomunikasi langsung
dengan sub node dan sub Node berkomunikasi dengan central node dan kembali
lagi.
2.
Banyak penghubung melebihi kapasitas
pada umumnya.
3.
Kelebihan Topologi Extended Star
4.
Jika satu kabel sub node terputus maka
sub node yang lain tidak terganggu.
Kekurangan Topologi Extended Star
1.
Bila Central node terputus maka semua
node pada setiap sub node juga akan terputus.
2.
Tidak bisa menggunakan kabel yang lower
grade.
7. Topologi Linier (Runtut)
Topologi Linier (Runtut) biasa disebut dengan topologi bus beruntut,
tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap
titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut
dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat
(terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector:
Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama
kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan
dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya
hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
Ciri-ciri Topologi Linier (Runtut)
1.
Penyambung kabel BNC digunakan untuk
menghubungkan kabel ke penyambung-T.
2.
Penyambung-T BNC digunakan untuk
menghubungkan kabel ke komputer.
3.
Penyambung tabung BNC (BNC barrel
connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
4.
Penamat BNC digunakan ntuk menandai
akhir dari topologi bus.
Keuntungan Topologi Linier (Runtut)
1.
Hemat kabel
2.
Tata letak kabel sederhana
3.
Mudah dikembangkan
4.
Tidak butuh kendali pusat
5.
Penambahan maupun pengurangan penamat
dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan
Kelemahan Topologi Linier (Runtut)
1.
Deteksi dan isolasi kesalahan sangat
kecil
2.
Kepadatan lalu lintas tinggi
3.
Keamanan data kurang terjamin
4.
Kecepatan akan menurun bila jumlah
pemakai bertambah
5.
Diperlukan pengulang (repeater) untuk
jarak jauh.
Komentar
Posting Komentar